1. Pengertian Web Server
Fungsi dan Cara Kerja Web Server
Kedudukan Web Server dalam Jaringan
Di dalam jaringan Internet, umumnya web server dimiliki oleh perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, Twitter, Microsoft, Apple, dan sebagainya. Toko online seperti Amazone, dan Alibaba juga memiliki web server. Tidak hanya itu, perusahaan startup seperti Bukalapak, Tokopedia, Bli-bli, Gojek, Lazada, Traveloka, juga memiliki web server.
Bagaimana dengan sektor yang lain seperti pemerintahan, pendidikan, pariwisata, perhotelan, perkantoran? Mereka juga memiliki web server namun dengan kapasitas yang berbeda. Untuk sektor pendidikan, web server biasanya berada pada layanan hosting, karena biaya operasionalnya yang terjangkau, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ada sekolah / universitas yang memiliki komputer server sendiri yang difungsikan sebagai web server.
Apakah web server hanya digunakan untuk keperluan Internet saja? Tidak harus, web server dapat digunakan pada jaringan lokal (local area network) maupun Internet. Jika web server terpasang pada jaringan lokal, maka hanya bisa diakses oleh komputer yang berada pada jaringan lokal yang sama. Namun, dengan adanya teknik tunneling atau yang sejenisnya, maka web server yang berada pada jaringan lokal dapat diakses dari Internet jika dikonfigurasi dengan benar.
Akhir-akhir ini web server tidak hanya digunakan untuk menampilkan halaman web saja, penggunaannya bahkan sudah merambah ke aplikasi mobile (Android), dimana web server yang berada di komputer server menerima dan memberikan permintaan dari aplikasi Android yang dibangun oleh web programmer secara asinkronus.
3. Software Web Server
Software web server bisa dibedakan menurut fiturnya, lisensinya, atau sistem operasi yang mendukungnya, berikut ini adalah tabel klasifikasi software web server.
4. Langkah Konfigurasi Web Server (Apache)
Web Server atau yang dikenal pula dengan
HTTP Server dapat merujuk baik pada perangkat
keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan
layanan akses kepada user (pengguna) melalui
protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas
berkas–berkas yang terdapat pada suatu situs web
dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti
peramban web (Web Browser).
Penggunaan paling umum Web server adalah
untuk menempatkan situs web, namun pada
prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk
menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.
2. Prinsip dan cara kerja Web Server
Prinsip Web Server
Pada saat kita memesan makanan di restoran, kita tidak akan pernah mengerti proses memasaknya, begitu pula bahan dan alat yang dipakai oleh koki tersebut. Bahkan cara mereka menyajikan / menata makanan di piring tidak kita ketahui. Setelah makanan matang dan disajikan di meja makan, barulah kita mengerti bentuk penyajiannya, aromanya, rasanya dan lain-lain.
Ibaratkan, nama restoran yang kita kunjungi adalah nama domain seperti detik.com, youtube.com, vidio.com dan sebagainya. Makanan yang ada di meja makan adalah halaman web yang biasanya berbentuk skrip HTML. Koki beserta pembantunya adalah web programmer. Petugas restoran seperti kasir, pramusaji (waitress), satpam adalah web server.
Dalam dunia Internet dan media sosial seperti sekarang, web server memiliki peranan sangat penting, karena bisa dikatakan hampir semua yang bisa kita akses secara online, adalah hasil kerja dari web server. Video, gambar, animasi, teks yang kita lihat di media online terkirim berkat web server. Web server inilah yang memastikan bahwa informasi yang kita minta sampai kepada kita.
Fungsi dan Cara Kerja Web Server
Fungsi utama sebuah Web Server adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan kepada Client (Web Browser). Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya, pemanfaatan web server berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.
Seorang pengguna, biasanya melalui aplikasi client seperti Web Browser (peramban web) , meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
Seorang pengguna, biasanya melalui aplikasi client seperti Web Browser (peramban web) , meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
Cara kerja Web Server bila dilihat dari protokol HTTP adalah sebagai berikut :
- Client mencoba memulai koneksi dengan mengirimkan paket SYN kepada server.
- Server membalas dan terjalinlah sebuah koneksi dengan mengirimkan paket SYN-ACK kepada server
- Client mengonfirmasi kiriman server dengan memberikan paket ACK. Pada titik ini, client meminta halaman web (REQUEST)
- Server membalas halaman yang diminta client (RESPONSE). Jika halaman tidak ditemukan, maka server memberikan halaman error.
- Server mencoba mengakhiri koneksi ke client dengan mengirimkan paket FIN.
- Client mengakhiri koneksi dengan membalasnya dengan paket FIN-ACK.
- Server menutup koneksi dengan memberikan paket ACK ke client.
Kedudukan Web Server dalam Jaringan
Di dalam jaringan Internet, umumnya web server dimiliki oleh perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, Twitter, Microsoft, Apple, dan sebagainya. Toko online seperti Amazone, dan Alibaba juga memiliki web server. Tidak hanya itu, perusahaan startup seperti Bukalapak, Tokopedia, Bli-bli, Gojek, Lazada, Traveloka, juga memiliki web server.
Bagaimana dengan sektor yang lain seperti pemerintahan, pendidikan, pariwisata, perhotelan, perkantoran? Mereka juga memiliki web server namun dengan kapasitas yang berbeda. Untuk sektor pendidikan, web server biasanya berada pada layanan hosting, karena biaya operasionalnya yang terjangkau, namun tidak menutup kemungkinan bahwa ada sekolah / universitas yang memiliki komputer server sendiri yang difungsikan sebagai web server.
Apakah web server hanya digunakan untuk keperluan Internet saja? Tidak harus, web server dapat digunakan pada jaringan lokal (local area network) maupun Internet. Jika web server terpasang pada jaringan lokal, maka hanya bisa diakses oleh komputer yang berada pada jaringan lokal yang sama. Namun, dengan adanya teknik tunneling atau yang sejenisnya, maka web server yang berada pada jaringan lokal dapat diakses dari Internet jika dikonfigurasi dengan benar.
Akhir-akhir ini web server tidak hanya digunakan untuk menampilkan halaman web saja, penggunaannya bahkan sudah merambah ke aplikasi mobile (Android), dimana web server yang berada di komputer server menerima dan memberikan permintaan dari aplikasi Android yang dibangun oleh web programmer secara asinkronus.
3. Software Web Server
Software web server bisa dibedakan menurut fiturnya, lisensinya, atau sistem operasi yang mendukungnya, berikut ini adalah tabel klasifikasi software web server.
Tabel 1 : Klasifikasi Web Server berdasarkan lisensi software Nama Software Pembuat Software Lisensi Software Tanggal
Tabel 2 : Klasifikasi Web Server berdasarkan Fitur
Tabel 3 : Klasifikasi Web Server berdasarkan Sistem Operasi
4. Langkah Konfigurasi Web Server (Apache)
- Masuk sebagai user root kemudian install paket/aplikasi apache2, php5, phpmyadmin dan mysql-server dengan cara ketikkan perintah : apt-get install apache2 php5 phpmyadmin mysql-server
- Tunggu hingga proses installasi selesai
- Masuk ke direktori /etc/apache2/sites-available kemudian copy file 000-default.conf menjadi web.conf lalu buka web.conf dengan cara seperti gambar berikut
- Sesuaikan settingan seperti gambar.
- Selanjutnya keluar dari file tersebut dengan cara CTRL+X => Y => ENTER.
- Setelah itu masuk ke direktori /var/www kemudian buat folder web, kemudian masukkan halaman web yang anda miliki kedalam folder tersebut, sebenarnya secara default telah ada sebuah halaman web yang bernama index.html didalam folder html. kali ini kita akan membuat sebuah file index.html pada folder web yang telah kita buat tadi
- Setelah itu anda dapat mengedit file index.html sesuai keinginan anda
- Setelah selesai, simpan file tersebut dengan cara CTRL+X => Y => ENTER
- Selanjutnya kita akan mematikan website 000-default.conf dan mengaktifkan konfigurasi website kita tadi yaitu web.conf dengan cara
- Restart service apache 2
- Tes apakah web server sudah berjalan pada server debian dengan cara ketikkan w3m pintar-network.com
- Jika sudah muncul halaman webnya maka web server sudah berhasil
- Masuk ke browser client kemudian ketikan di address bar alamat domain kita, apabila anda menggunakan mesin virtual seperti virtual box atau VMware anda harus mengubah network adapternya menjadi "host only"
- Disini saya menggunakan VMware, caranya yaitu dengan klik kanan pada ikon network adapter kemudian pilih setting, kemudian ubah adapternya menjadi "host only"
- Jangan lupa untuk mencentang kolom connected
- Setelah itu masuk ke control panel - windows and sharing center - change adapter setting pastikan bahwa adapternya sudah menyala
- Setelah itu klik kanan adapter kemudian pilih properties - Internet Protocol Version 4 (TCP/IPV4)
- Kemudian isikan alamat IP yang satu network dengan server
- Lakukan pengetesan apakah client telah terhubung dengan server (Debian) dengan masuk ke cmd dan ketikkan
- Jika sudah berhasil, masuk ke browser client kemudian ketikkan nama domain server di address bar
- Konfigurasi Selesai



























